Sungguh indah hidup ini jika saja kita selalu berprasangka baik
atau yang sering kita sebut dengan berpikir positif terhadap kehidupan
ini,yaitu berprasangka baik kepada Tuhan,diri sendiri dan orang lain.tentunya
kita pasti akan lebih sering berbahagia daripada bersedih hati sebab hal-hal
yang kita alami dan lakukan semuanya adalah berawal dari apa-apa yang kita
pikirkan,jika kita ingin damai maka pikirkanlah hal-hal yang mendamaikan,jika
kita ingin merasa bahagia maka pikirkanlah hal-hal yang membahagiakan dan
apapun yang ingin kita alami dan rasakan maka kita harus pertama kali
memikirkannya.apa yang kita pikirkan akan menentukan perkataan,perkataan kita
akan menentukan perbuatan/tindakan,perbuatan akan menentukan kebiasaan,dan
kebiasaan menentukan bagaimana karakter kita,dan sudah jelas karakter juga
ditentukan oleh dari apa yang kita pikirkan jadi marilah kita mengisi
pikiran-pikiran kita dengan sesuatu yang baik-baik atau positif saja,agar kita
bisa membentuk karakter yang baik juga..insyaaallah..
Kita akan membahas tiga macam prasangka baik tadi,yaitu
berprasangka baik kepada tuhan,diri sendiri dan orang lain.
1.Berprasangka baik kepada tuhan
Ketika kita
sedang mengalami masalah yang sulit,orang yang berpikiran negatif cendrung berpikiran
bahwa tuhan tidak perduli lagi dengan dia dan tuhan memberikan dia masalah
untuk menyiksa dirinya serta orang tersebut pesimis menghadapi hal tersebut
menganggap tidak ada jalan keluar baginya.beda halnya denga orang yang
berpikiran positif atau berprasangka baik disaat sedang menghadapi suatu
masalah yang sulit,mereka tetap bisa tersenyum karena mereka tahu tuhan
mengizinkan mereka menghadapi masalah tersebut karena mereka mampu
menyelesaikan masalah yang mereka hadapi,bukankah tuhan tidak menguji hambaNya
diluar batas kemampuannya.justru orang yang berprasangka positif berpikir tuhan
memberikan masalah itu karena tuhan ingin memberikan hadiah atau sesuatu yang
lebih baik bagi kehidupan mereka,bukankakh tuhan pernah mengatakan sesudah
kesulitan akan ada kemudahan dan satu lagi bahwa Tuhan itu sebagaimana
prasangka hambanya.jadi marilah kita hanya memasukkan pikiran yang baik atau
selalu berprasangka baik kepada tuhan dalam keadaan apapun.
2.Berprasangka baik kepada diri sendiri
Sebagian
dari kita sering merasa minder disaat melihat apa yang kita miliki atau
dapatkan tidak sebaik seperti apa yang orang lain miliki.merasa marah kepada
diri sendiri karena tidak sebaik atau seberuntung orang lain yang lebih baik
dari kita,jangan dimarahi terus diri anda itu kasihan.kita tidak harus lebih
baik dari semua orang kita itu hanya harus lebih baik dari diri kita sendiri
dan selalu memperbaiki diri.disaat orang melakukan suatu pekerjaan dengan
sangat baik namun kita melakukan kesalahan dalam pekerjaan itu padahal sudah
berupaya sebaik mungkin,jangan marahi diri kita,maafkan diri dan tersnyumlah
lalu katakan aku pasti bisa melakukannya dengan lebih baik lagi,sama halnya
ketika kita merasa nasib kita tidak seberuntung orang lain yang kita lihat,wajar
saja jika kita merasa minder tapi jangan sampai membuat kita merasa
sedih,kecewa dan meratap namun sebaliknya kita harus selalu berpikir positif
terhadap diri kita,disaat minder katakana pada hati kita aku memang tidak
memiliki apa yang dia miliki tapi aku bisa berbahagia karena setiap kita
memiliki kesempatan yang sama untuk berbahagia yang diawali dengan bersukur
kepada Tuhan dan menerima diri kita apa adanya,karena kita begitu berharga.
3.Berprasangka baik kepada orang lain
Ketika kita
berpikiran buruk mengenai seseorang sering terjadi sesuatu kondisi yg membuat
memperkuatkan pemikiran kita mengenai orang itu benar-benar begitu,dan kita baru
menyadari bahwa apa yang kita pikirkan mengenai keburukan orang itu sebenarnya
tidak benar.sering orang-orang mengatakan kalau kita berpikir baik terus
mengenai orang lain kalau kita tertipu bagaimana,?memang kita perlu waspada
terhadap seseorang yang baru kita kenal tapi bukan berarti kita boleh
berprasangka buruk mengenai orang itu,jika kita menemui seseorang berada dalam
sebuah kesalahan,bukan berarti kita boleh memvonis orang tersebut bersifat
buruk seperti itu,bisa jadi dia tidak menyadari kesalahannya ataupun melakukan kesalahan karena factor lain yang diapun
sebenarnya tidak ingin melakukan perbuatan yang salah itu.seharusnya kita
sebagai saudara seiman atau sesama manusia mendo’akannya supaya kebaikan
menimpa dirinya bila dia tidak sadar akan kesalahannya semoga dia disadarkan
oleh Allah yang maha kuasa.apalagi orang tersebut orang yg telah lama kita
kenal bahwa orang itu baik.berprasangka buruk terhadap orang lain juga bisa
memecahkan persaudaraan atau memutuskan tali sillaturrahim dan sebaliknya jika
kita sebagai manusia saling berprasangka baik insyaallah sillaturrahim akan
terjalin dengan erat dan indah.


